Program Literasi

“10 Menit Membaca” Sebelum Pelajaran

  • Setiap awal hari atau awal jam pelajaran pertama, siswa membaca buku apa saja selama 10 menit.
  • Guru tidak perlu menjelaskan, cukup mendampingi.
  • Tidak ada tes, hanya membangun kebiasaan.

2. Pojok Baca di Setiap Kelas

  • Sediakan 20–30 buku bacaan ringan.
  • Buku bisa hasil donasi orang tua, guru, atau siswa.
  • Buat sistem peminjaman sederhana (kertas tempel).

3. Hari Rabu Literasi

  • Setiap hari Rabu 15–20 menit digunakan untuk:
    • Membaca cerita,
    • Menulis cerita pendek,
    • Menyelesaikan kuis literasi,
    • Atau mendengarkan guru membacakan cerita.

4. “Buku Satu Minggu”

  • Setiap siswa memilih 1 buku untuk dibaca dalam seminggu.
  • Di akhir minggu, mereka menceritakan kembali isi buku secara lisan 1 menit.

5. Sudut Poster Kata-Kata

  • Tempel poster kosa kata baru setiap minggu.
  • Bisa tema:
    • Sains
    • Bahasa Inggris
    • Karakter
    • Matematika

6. Jurnal Literasi Harian

  • Siswa menulis 3–5 kalimat setiap hari tentang:
    • Apa yang dibaca,
    • Pengalaman hari itu,
    • Hal yang mereka pelajari.
  • Bisa 5 menit saja.

7. Kompetisi Literasi Bulanan 

  • Lomba membaca puisi,
  • Menulis cerita 1 halaman,
  • Poster literasi,
  • Mendengarkan cerita lalu menjawab 3 pertanyaan.

8. Guru Membaca 1 Cerita Seminggu

  • Guru membacakan cerita selama 5–7 menit.
  • Siswa menjawab pertanyaan sederhana.
  • Melatih mendengarkan + memahami.

9. Program “Satu Kelas Satu Buku”

Dikumpulkan menjadi “Buku Kelas”.

Setiap kelas membuat buku bersama: cerita, puisi, atau pengalaman.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait